"Aku sayang kamu.." katanya.
"Aku juga sayang kamu.." balasnya.
Beberapa bulan kemudian. . .
Mereka bahagia, bahkan sangat bahagia.
Hidup mereka indah, penuh warna, seperti pelangi.
Tak ada hari tanpa canda dan tawa, begitu menyejukkan di hati.
"Aku ingin hidup denganmu selamanya, temani aku sampai akhir hayatku.." pintanya.
"Aku juga ingin hidup denganmu selamanya, temani aku sampai akhir hayatku juga.." balasnya.
Beberapa bulan kemudian. . .
Mereka hidup semakin bahagia, tak hanya suka, duka pun mereka lewati bersama.
Pelukan hangat, bisikan mesra, belaian lembut, dan kecupan yang manis di pipi.
Tangisan itu pun pernah ada, namun itu semua mampu mereka lewati bersama.
Betapa indahnya hidup mereka...
Namun entah, beberapa bulan kemudian. . .
Semua berubah ketika petir dan hujan yang datang menderu menghantam setiap sisi kehidupan.
Salah seorang di antara mereka tak mampu melangkah lagi...
"Aku ingin mundur sedikit saja, semua ini berat untuk kuhadapi sendiri..."
"Aku juga sayang kamu.." balasnya.
Beberapa bulan kemudian. . .
Mereka bahagia, bahkan sangat bahagia.
Hidup mereka indah, penuh warna, seperti pelangi.
Tak ada hari tanpa canda dan tawa, begitu menyejukkan di hati.
"Aku ingin hidup denganmu selamanya, temani aku sampai akhir hayatku.." pintanya.
"Aku juga ingin hidup denganmu selamanya, temani aku sampai akhir hayatku juga.." balasnya.
Beberapa bulan kemudian. . .
Mereka hidup semakin bahagia, tak hanya suka, duka pun mereka lewati bersama.
Pelukan hangat, bisikan mesra, belaian lembut, dan kecupan yang manis di pipi.
Tangisan itu pun pernah ada, namun itu semua mampu mereka lewati bersama.
Betapa indahnya hidup mereka...
Namun entah, beberapa bulan kemudian. . .
Semua berubah ketika petir dan hujan yang datang menderu menghantam setiap sisi kehidupan.
Salah seorang di antara mereka tak mampu melangkah lagi...
"Aku ingin mundur sedikit saja, semua ini berat untuk kuhadapi sendiri..."


