Selamat datang! Hidup Berbagi itu indah, sekalipun hanya sebuah tulisan..

Saturday, August 5, 2017

MANUSIA SENDIRI


SENDIRI MENYENDIRI SEPERTI KURSI
DIPOJOK SEORANG DIRI
DEKAT TEMBOK BESI YANG TERTUTUP RAPI
HANYA CAHANYA MENTARI YANG MENEMBUS SETIAP PAGI
MENYAPA SEOLAH IA INGIN PEDULI

MANUSIA PERLU SENDIRI
JIKA TIDAK DIA AKAN LUPA DIRI
MANUSIA PERLU INTROPEKSI
AGAR SEALU INGAT JATI DIRI
MANUSIA PERLU BICARA DENGAN HATI
JIKA TIDAK JIWANYA AKAN MATI

SEPERTI CAHAYA MENTARI YANG MENYINARI
SETIAP TERBIT DI PAGI HARI
SEPERTI ITULAH TUHAN BERJANJI
TIDAK AKAN MENINGGALKAN UMAT YANG IA KASIHI
MENEMANI TIAP AKAN MEMULAI HARI
MEMBERI PETUNJUK JIKA MANUSIA BERDOA SEPENUH HATI
MEMBERI HIKMAT AGAR MANUSIA TAK TERSESAT NANTI
BAGAI PERGI MENCARI HARTA KARUN TAK TERPERI
MANUSIA PERLU PETA UNTUK MENUNTUNNYA PERGI
SEPERTI ITULAH SEHARUSNYA SETIAP HARI
BERDOALAH DAN BERCAKAPLAH DENGAN-NYA TIAP PAGI
AGAR KITA MENJADI INSAN YANG BERHASIL MERAIH MIMPI


MALANG, 29 JULY 2017

00:00

Tuesday, May 3, 2016


Friday, October 2, 2015

New heart, new love..


1 Juli 2015 iya, itu tanggal ulang tahunnya yang ke-35 tahun :)
plus! hari kamerdekaan kita, hehehe.. hari Jadian maksudnya..
hari jadian langsung dirayain di Rumah Sakit Saiful Anwar, keluar masuk ruang ICU, keluar masuk ruang jenazah, keluar masuk gedung persemayaman Gotong Royong.. ya hari istimewa kami itu bertepatan dengan hari kematian Papa dari rekan sepelayanan kami, Risa.. waktu itu kami sedang menjemput rekan pelayanan yang baru pulang dari Jakarta dan berhenti di Stasiun Kota Baru, Kak Yuniar namanya.. dia datang ke Malang untuk menyelesaikan urusan admistrasi kuliahnya dan berencana menginap di rumahku beberapa hari, dia baru saja mendapatkan surat DO karena fitnah yang dialaminya di kampus.. dia minta tolong agar saya menjemputnya di stasiun pkl.01.00 pagi..nah pada saat dalam perjalanan itulah, kami mendapat telepon dukacita itu, tapi tanpa pikir panjang kami langsung menuju lokasi untuk membantu.. karena kami dengar tidak banyak orang yang tahu dan datang untuk membantu. Padahal 1 jam sebelumnya kami baru saja merayakan ulang tahun Keke dan menghabiskan waktu bersama dengan sukacita. Baru saja kami mendapat berkat, tapi hubungan kami langsung diuji.. apa kami mau egois memikirkan waktu berduaan kami? atau kami mau  peduli pada orang lain yang sedang memerlukan bantuan..  ya! waktu itu kami telah memilih pilihan yang tepat. 1 Juli menjadi hari yang benar-benar tak terlupakan..

Ada apa lagi tgl.1 Juli?

LONG TIME NO SEE..

Hai.. long time no see..
kangen nulis, kangeeen banget..
malam ini tiba-tiba pengen nulis lagi, setelah mungkin udah 10 bulan , hampir 1 tahun gak nulis..
dan gara-gara gak bisa tidur... mihihihihihi
sendirian di rumah nih ceritanya, gara-gara keluarga lagi ke Madura ada saudara yang nikah, and i am the only one in this house.. alone. mas Wisa nggak ikutan, tapi dia ke warnet, kayaknya lagi cari inspirasi.

well..
mungkin ada yang nanya, gimana kabar Mama?  gimana kabar Ayah? gimana kabar mas Wisa? Kabar-kabar sahabat-sahabat gimana? uda reunian belom? Gimana kabar si ehem? Gimana kabar kuliah? udah lulus belom? udah kerja belom? apa lanjut kuliah? sibuk apa aja sekarang? Kenapa uda 10 bulan gak nulis lagi? apa uda gak suka nulis? kapan nikah? wkwwkkw... banyak amat.. jawab atu-atu yaaaahhh

1. Kabar Mama puji Tuhan baik, cuma kemarin sempat divonis dokter kena kolesterolnya, soalnya mama doyan makan kerupuk sih.. jadi sekarang mulai dikurangin gitu. Hope she'll get well soon.. tapi walau gitu, Mama tetep semangat kerja.. tiap pagi masakin makanan yang enak-enak buat keluarganya (termasuk akyuuu) i am the luckiest daughter ever!!! beruntung rasanya memiliki Mama yang luar biasa semangat, kuat, gak males, rajin, tiap hari bangun jam.4 langsung doa, ke pasar, masak, trus kerja jadi suster Rumah Sakit, belom lagi nguji mahasiswa praktek (koas-koas calon dokter and perawat yang saban hari nangkring di sono), trus ngurusin anggota R.20 (Ruang Mata) ngurusin jadwal kerja, ngurusin pasien-pasien.. ngurusin muacem-muacem lah.. sampe sering banget pasien yang ngerengek-rengek bilang.. "Sus, saya maunya dirawat sama Suster Peye aja..dia baik.." mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, sampe kakek nenek.. banyak yang bilang gitu. temen-temen mama sampe heran.. iya.. Mama sempet cerita, kalau mama rawat pasien, mama pasti kasih motivasi, gak cuma ngerawat aja.. "Bu..Pak..Dek..Nak..Mbak..Mas.. semangat ya, jangan patah semangat, percaya pasti sembuh. nggak boleh menyerah." ah..aku kalau bayangin rasanya merinding.. apalagi kalau pasiennya yang tadinya sedih hopeless trus brubah jadi semangat menghadapi sakitnya.. dan akhirnya sembuh.. that was a happy ending ! Mama bentar lagi pensiun kalau nggak 2 ya 3 tahun lagi.. Hmmm..i pray the best for Her..

2. Kabar Ayah puji Tuhan baik, masih suka nanggepin temen-temennya yang suka datang dan pergi begitu saja membuang "sampah" ke rumah. Wkwkwk..curhat maksudnya.. :D Sampe malem-malem

Monday, December 8, 2014

Apakah kau mengenal Tuhanmu?





Foto ini saya ambil ketika bapak Pendeta sedang berkotbah, saat itu saya meminjam HP rekan saya ce Linda, karena saya tidak membawa HP. Dengan cepat saya memfoto lalu mendengarkan firman Tuhan lagi. apa yang sebenarnya saya sedang foto? :)

Saya sedang memfoto seorang ibu yang duduk tepat di depan saya.
Dia adalah Ibu dari 2 orang putera dan puteri, serta Istri dari seorang Pria.

Mereka sekeluarga datang terlambat saat datang beribadah, mereka datang saat bapak Pendeta sudah berkotbah. Namun mereka tidak datang bersamaan, yang pertama kali duduk adalah Ibu itu..

Tidak lama kemudian, datanglah kedua anaknya dengan membawa barang-barang bawaan, mereka berjalan mencari-cari Ibu mereka di tengah-tengah jalan di antara bangku-bangku panjang itu. Namun mereka ternyata berjalan terlalu jauh, sampai akhirnya sang Ibu memanggil "Hei..hei Mama di sini" , jemaat yang melihat kejadian ini menahan tertawa di belakang, termasuk teman-teman yang duduk berada di dekatku. Akhirnya sang anak meletakkan barang-barang sebentar, lalu naik ke lantai 3 untuk Sekolah Minggu, sang Ibu duduk sendirian lagi..

Tuesday, November 25, 2014

Review Event: "Konser Doa Sumpah Pemuda" 28 Oktober2014


What? Acara apa sih ini?
è Konser Doa Anak Muda, dalam rangka Sumpah Pemuda. Acara ini bertema: “Kami Siap Membangun Indonesia.”
Who? Siapa yang menyelenggarakan acara ini?
è JDPPM (Jaringan Doa dan Pelayanan Pemuda Mahasiswa kota Malang)
è Didukung oleh : Komisi Pemuda BMGK kota Malang, BAMAG kota Malang, MYC, One Connection, PMK Kota Malang, Pelayanan Pemuda Mahasiswa kota Malang & Youth sekota Malang
When? Kapan acara ini diselenggarakan?
è Pada hari Selasa, 28 Oktober 2014
Where? Dimana acara diselenggarakan?
è Di Gereja YHS (Yakin Hidup Sukses) Jl. Tenaga Baru IV/6
Why? Mengapa acara ini diadakan?
è Sejarah Gereja atau suatu bangsa banyak dipengaruhi dan diwarnai oleh kegerakan anak-anak muda yang aktif di dalamnya. Alkitab juga mencatat banyak kisah tentang anak-anak muda yang melakukan karya dan perbuatan yang luar biasa seperti Yosua, Daud, Daniel, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kemerdekaan Negara Indonesia pun diawali melalui peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang menjadi tonggak awal kesatuan bangsa melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan. Dari beberap contoh di atas sangatlah jelas bahwa peran anak-anak muda sangat positif dan berdampak besar dalam membangun gereja dan bangsanya.

Kita juga tahu bahwa sekarang kondisi perekonomian, social politik, pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia sedang mengalami krisis yang besar tidak terkecuali juga di Kota Malang tempat kita tinggal. Tidak hanya berhenti sampai di situ, krisis kepercayaan dan mentalitas para pemimpin dan juga rakyat menjadi masalah yang fundamental yang sebenarnya menjadi poin yang harus segera dibenahi sejak sekarang. Hal-hal ini mendorong generasi muda sebagai generasi penerus bangsa dan kota untuk berbuat sesuatu bagi pemulihan dan pembenahan diri bangsa. Menyatukan segenap potensi untuk berdoa dan berkarya adalah salah satu upaya dan bentuk tindakan nyata yang bisa dilakukan oleh para pemuda untuk kota dan bangsanya.

Oleh karena itu, acara ini diselenggarakan dengan harapan dapat menimbulkan suatu kesatuan hati di kalangan generasi muda kota Malang yang erat dan tentunya semakin menumbuhkan kepedulian atas kota Malang secara khusus dan bangsa Indonesia secara umum. Kami mengajak kita semua untuk bergandengan tangan menyatakan kemuliaan Tuhan atas kota Malang dan bangsa Indonesia.
Yeremia 29:7
“Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”

Di pintu masuk gedung, tim usher membagikan Friendship Bracelet for Indonesia (Gelang Persahabatan untuk Indonesia) dengan jumlah yang disediakan kurang lebih 1.000 gelang, semua anak muda yang hadir mendapatkan gelang berwarna merah dan putih ini secara gratis, juga sebuah pembatas alkitab yang berisi nama acara dan di bagian bawahnya terdapat alamat website JDPPM yang baru saja di launching yaitu www.generasimudangalam.com.

Acara ini diawali dengan pemutaran video yang di dapat dari youtube.com tentang generasi muda dari jajaran artis muda Ibukota yang memberikan pesan semangat untuk mau bersama-sama membangun Indonesia.

Kemudian disambung dengan opening music yang bertema etnis yaitu beberapa lagu-lagu daerah Indonesia yang di-medley sehingga menjadi sebuah aransemen musik yang menarik, musik ini menggambarkan bahwa Indonesia memang memiliki beragam suku namun meskipun begitu mereka semua tetap satu. Agus Saputera selaku leader dari tim musik acara Konser Doa ini mengaku dirinya sangat senang dan bersyukur dapat melayani bersama tim musik dari berbagai Gereja-Gereja yang ada di kota Malang.

Kamudian disusul dengan pujian penyembahan dengan lagu-lagu yang berirama cepat yang menambah semangat dari Worship Leader dan Singer beberapa Gereja dari kota Malang. Helena Y.Y. salah satu Worship Leader mengaku dirinya siap untuk dipakai Tuhan lebih lagi untuk kegerakan kota dan bangsa Indonesia karena sungguh bangsa ini harus dipulihkan agar nama Tuhan dipermuliakan.

Seiring semua lagu dinyanyikan, para penari dari berbagai Gereja pun ikut menari dengan penuh sukacita, bahkan ada sebuah rencana yang akan segera terealisasi untuk membuat sebuah perkumpulan para penari-penari Gereja di kota Malang. Citra, pendoa sekaligus penari mengaku bahwa dirinya merasa sangat senang dan rindu akan adanya kesatuan para penari-penari Gereja di kota Malang, selain bertambahkan teman memiliki bidang pelayanan yang sama, mereka juga saling belajar dan bertukar pikiran tentang gerakan-gerakan tertentu, hal ini begitu berdampak positif baginya.

Lalu tiba saatnya Bpk. Fabianus maju dan memberikan tantangan kepada semua yang hadir apakah generasi muda sekarang siap untuk membangun Indonesia, apakah siap untuk keluar dari zona nyaman, apakah siap untuk berkorban demi bangsa Indonesia. Pertanyaan-pertanyaan itupun dijawab dengan serentak oleh semua anak muda yang hadir dengan acungan tangan kanan yang diangkat lebih tinggi dari kepala.

Kemudian sebuah film berdurasi 10 menit ditayangkan di tengah-tengah jemaat, film ini bercerita tentang gambaran generasi muda yang begitu rusak dan jauh dari Tuhan, namun karena anak-anak muda yang mau terus berdoa dan bergerak menjadi agent of change sedikit demi sedikit pemulihan dan pembalikan keadaan itu lahir dan nama Tuhan pun dipermuliakan.

Lalu disusul dengan firman Tuhan dan sharing kesaksian hidup dari hamba-hamba Tuhan, mereka adalah: Ps. Billy Zakharian, Ev. Vernando Sihombing S.th, M.A, Andrew Alexander, dan Pdt. Timothy Parengkuan, keempat pembicara yang naik ke atas mimbar secara bergantian ini hanya berbicara tidak lebih dari 10 menit. Semua yang mereka sampaikan adalah kejadian nyata yang terjadi dalam diri mereka.

Seorang perokok yang kini bertobat, seorang pecandu narkoba yang kini bertobat, seorang pengedar narkotika yang kini bertobat, seorang pembalap liar yang kini bertobat, seorang yang suka tawuran dan kini bertobat, seorang pecandu film porno dan kini bertobat, seorang yang minder dan kini bertobat, seorang yang fatherless dan kini bertobat, seorang hidupnya rusak namun kini bertobat. Sekarang mereka semua telah dipakai Tuhan dan menjadi kesaksian bagi banyak orang. Kesaksian mereka begitu menguatkan banyak anak muda yang hadir, dan membangkitkan semangat untuk mau berubah meninggalkan cara hidup yang lama, keluar dari zona nyaman dan mengambil langkah berani untuk menjadi pribadi yang berprinsip teguh dalam Tuhan. Tepuk tangan riuh yang keras dari para pemuda yang hadir seakan meruntuhkan tembok-tembok hati yang keras, Tuhan benar-benar bekerja dan para pendoa pun merasakan dan melihat bahwa Roh Kudus benar-benar hadir dan menjamah setiap pemuda yang hadir.

Kemudian secara bersama-sama akhirnya mereka menyanyikan lagu “Kami Siap Membangun Indonesia” , para penari pun tampil dengan atraksi pengibaran bendera dengan panjang 7 meter di atas mimbar lalu di bagian atasnya beberapa penari tampil dengan mempersembahkan sebuah mahkota raksasa yang melambangkan bahwa Tuhan berdaulat penuh atas Indonesia. Pada bagian lagu ini semua bernyanyi dengan sangat bersemangat, lagu ini seakan menjadi doa dari setiap anak muda yang hadir. Inilah lirik lagu itu:
“dengarlah suara Tuhan
memanggil kita semua
genapi rencana-Nya
di seluruh Indonesia
membawa s’luruh bangsa
suku kaum dan bahasa
bersujud dan mengaku
hanya Yesus Kristus Tuhan dan Raja
#bangkitlah pemuda seluruh indonesia (2x)
berdiri di hadapan Tuhan dan katakan pada-Nya
kami siap membangun Indonesia.
pandanglah sekitarmu
jiwa-jiwa terhilang
di s’luruh Indo..nesia
yang membutuhkan Yesus
dengarlah suara Tuhan
memanggil kita semua
yang rela menyatakan
Kami siap membangun Indonesia”

Lalu setelah lagu ini berakhir dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Sumpah Pemuda yang dipimpin oleh Sdr. Ferdi Billy dari Pulau Rote yang kini berkuliah di kota Malang, dia memimpin dengan penuh semangat dengan suara yang menggelegar khas generasi muda NTT dan semua jemaat yang hadir mengikuti dengan serempak.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan 20 Ikran Generasi Muda yang dibawakan oleh 10 orang yang mewakili generasi muda di Kota Malang.

Suasana semakin memanas penuh gelora semangat ketika Sdri. Hetty sebagai sie.Doa memimpin semua generasi muda yang hadir saat itu untuk berdoa kepada Tuhan dengan pokok-pokok doa yaitu: 1. Generasi muda kota Malang dan Indonesia, 2. Kota Malang, 3. Bangsa Indonesia, dan semuanya dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan.

Bpk. Mario David Tobing, S.T., selaku pengarah acara dan penasehat JDPPM memberitahukan bahwa Friendship Bracelet for Indonesia (Gelang Persahabatan untuk Indonesia) yang dibagikan ternyata telah dipakai oleh bapak Walikota kota Malang, Abah Anton di kantor Walikota setelah selesai upacara Sumpah Pemuda di Balaikota pada pagi hari 28 Oktober 2014, yaitu beberapa jam sebelum acara Konser Doa dimulai. Tim multimedia pun memperlihatkan foto-foto ketika Abah Anton memakai gelang tersebut. Bpk. David mengatakan bahwa Abah Anton menyampaikan dirinya siap untuk terus mendukung kegerakan-kegerakan positif yang dilakukan oleh generasi muda Kristiani di kota Malang. Hal ini pun disambut dengan riuh tepuk tangan dari generasi muda yang hadir malam itu, mereka semua senang karena gelang yang sama pun telah mereka pakai saat itu.
Acara ini pun berakhir dengan sebuah pengumuman penting yaitu acara telah dihadiri oleh 600 orang, dan setelah dikoreksi ternyata kurang lebih 700 orang yang hadir malam itu, semua yang hadir diharapkan dapat mengikuti rangkaian acara berikutnya yaitu KKR Mahasiswa Pelajar sekota Malang dengan tema acara “Father’s Heart” yang akan diadakan pada 22 November 2014 pkl.17.00 di ballroom hotel Gajahmada – Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No.17 Malang, selain itu juga agar pemuda kota Malang dapat mengakses website www.generasimudangalam.com yang sangat bermanfaat karena berisi artikel-artikel rohani, info-info acara dari berbagai Gereja, lowongan pekerjaan, dan masih banyak lagi konten-konten menarik yang bermanfaat lainnya.

Seluruh rangkaian acara ini tidak lain adalah milik Tuhan, seluruh panitia dan pelayan percaya bahwa apapun yang terjadi adalah yang terbaik yang Tuhan ijinkan terjadi, yaitu agar Generasi Muda dipakai Tuhan dengan dahsyat dan ajaib agar nama Tuhan Yesus dipermuliakan.


Oleh:
Mustika Ayu N.W,

(Tulisan ini sudah dicetak di Majalah Gloria Edisi bulan November 2014)


Tuesday, November 18, 2014

KATA TUHAN TENTANG PELUK DAN PERSAHABATAN



Bolehkah aku berteriak? Oke, aku akan teriak.. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!
Sayangnya itu hanya sebuah tulisan, dan aku tidak bisa melakukannya..

Aku hanya ingin mencurahkan isi hatiku saat ini..isi hati yang tidak dapat terungkapkan pada siapapun, isi hati yang tidak dapat dimengerti oleh siapapun..

Ketika tak satu pun memahami, namun aku percaya Tuhanku memahami lebih dari siapa pun.
Di saat aku tidak mampu untuk menjalani semua ini, aku percaya Tuhanku lah yang memampukan aku..

Keluarga yang bahkan seharusnya menjadi tempat paling nyaman, namun tidak bagiku. Mungkin kenyamanan itu kudapatkan, makanan yang enak, rumah yang nyaman, perhatian yang diberikan, namun semua itu terbatas, tidak cukup untuk memenuhi hatiku yang rapuh.. Tidak satupun pelukan kudapatkan 3 tahun terakhir ini, semua orang sibuk, begitupun denganku. Masalah ekonomi, ya mungkin itulah yang menyebabkan semua ini terjadi.. Namun aku percaya Tuhan mampu melakukan pembalikkan keadaan terhadap keluargaku.. bahkan keadaan yang lebih baik suatu saat nanti, entah kapan, namun aku mau tetap percaya..

Aku bertanya kepada Tuhan: mengapa tidak ada lagi orang yang mampu memelukku dengan penuh hangat? Mengapa hal itu begitu sulit untuk kudapatkan? Namun Tuhan menjawab.. aku harus melihat ke sekelilingku, karena begitu banyak di antara mereka yang seperti aku, jika aku mencari sebuah pelukan, maka aku harus memberi pelukan itu bagi mereka yang membutuhkan, bagi mereka yang berduka, bagi mereka yang bersedih, bagi mereka yang kedinginan karena tidak mendapatkan kasih.. maka aku akan mendapatkan pelukan itu..

Sahabat yang dulu pernah ada, seseorang yang membawa damai dan sukacita di hidupku, kini tidak dapat kutemui, entah karena jauh, entah karena sibuk, bahkan entah karena kesalahaanku, aku berusaha mencari persahabatan itu, dan aku berharap aku dapat menemukannya, namun Tuhan berkata lain, Ia tahu aku lelah, untuk itu Ia ingin agar aku tidak mencari persahabatan, namun menjadi pribadi yang menawarkan persahabatan..

Semua hal itu begitu sulit untuk kulakukan, namun Tuhan berkata, bahwa Ia tidak pernah memberikan roh ketakutan padaku, melainkan Roh yang memberikan sukacita dan semangat, dengan begitu aku mampu untuk melakukannya..

Aku tahu Tuhanku tak pernah meninggalkanku, Dia selalu memberikan jalan keluar. Saat semua pintu tertutup, Ia membuka jendela.. Aku bersyukur kepada Tuhan, karena Dia baik bagiku..



| 18 November 2014 | 20.48 | @Mysweetroom | Malang | Jawa Timur | Indonesia |

Mustika Ayu N.W.