Selamat datang! Hidup Berbagi itu indah, sekalipun hanya sebuah tulisan..

Monday, June 3, 2013


Butuh Peluk, bukan Obat !

Siang itu, kira-kira pukul.11.30 saya sedang mencari-cari buku tentang Hukum Media Massa di Perpustakaan pusat universitas tempat saya kuliah, tidak terasa saya berada di sana selama hampir 1,5 jam hanya mencari-cari buku, di label putih (buku yang bisa dipinjam) tidak ada.. :( di label merah (buku yang tidak bisa dipinjam) juga tidak ada.. akhirnya saya memutuskan untuk membaca satu per satu judul bukunya, tanpa mengikuti referensi dari katalog, daaan...akhirnya saya mendapatkan 5 buku yang setidaknya isinya mirip dengan buku yang saya cari.. praise God, karena saat itu saya pusing dan merasa letih sekali.. mungkin karena masih belum pulih betul dari sakit demam selama 2 hari kemarin..
Ketika saya sedang mencari-cari buku di rak buku saat itu, saya membuka sebuah halaman di dalam sebuah buku Komunikasi Massa..dan saya menemukan kertas kecil bertuliskan: "Hesti lagi flu teman2 perlu pelukan nihh!!!"  di tengah kegalauan saya, keletihan saya, kebosanan saya, dan ke-pusingan saya saat itu..saya kontan tertawa melihat tulisan ini! ;D Astaga..saya langsung membayangkan.. ada seorang anak perempuan yang bernama Hesti, dia sedang duduk di bangku kelas kampusnya sambil memegangi tissue sembari bersin-bersin, hidungnya merah, dan dia pusing sekali saat itu..lalu teman dekatnya menulis tulisan ini, menyebarkannya kepada teman-teman sekelas dengan membacanya secara bergilir tanpa sepengetahuan dari Hesti, lalu tiba-tiba mereka datang dan memeluk Hesti beramai-ramai.. dan akhirnya Hesti kaget, dia tertawa terbahak-bahak sampai kepanasan karena dipeluk oleh teman-temannya, dan akhirnya flunya sembuh...Hihihihihihi... ^^

Omong-omong soal pelukan...saya adalah salah satu dari milyaran orang di dunia ini yang sangat suka dipeluk.. Ketika saya sakit beberapa waktu lalu, saya demam, menggigil, badan saya panas tapi saya malah merasa sangat kedinginan, flu, pusing, badan lemah, hingga berdiripun saya tidak kuat, mengirim sms saja tangan saya gemetaran... 

CINTAMU MIE INSTAN atau NASI GORENG?

CINTA itu hal yang indah, semua orang mengatakannya
tapi CINTA juga hal yang menyakitkan, semua orang pun mengakuinya..

jadi kesimpulan saya: "CINTA adalah sesuatu yang indah namun menyakitkan, dan CINTA adalah sesuatu yang menyakitkan namun indah..."

2 pernyataan ini saya gabungkan menjadi 1 kalimat dengan kata sambung "dan" ..
bukan tanpa arti, tapi ketika saya hanya menulis "CINTA adalah sesuatu yang indah namun menyakitkan" , maka yang terbersit dalam pikiran kita adalah: CINTA itu pada akhirnya hanya menyakitkan.
dan begitu pula sebaliknya, jika saya hanya menulis CINTA adalah sesuatu yang menyakitkan namun indah", maka yang terbersit dalam pikiran kita adalah: CINTA itu pada akhirnya pasti indah.


Maka sangatlah adil jika saya menuliskan keduanya bersamaan dalam 1 kalimat dengan kata sambung "dan",
yang berarti keduanya ada di derajat yang sama, dan tidak mungkin hanya keindahan yang kita alami, namun juga kesakitan yang pasti kita alami. Begitu kreatifnya Tuhan membuat cinta itu dalam setiap diri kita, tidak dibuat-Nya cinta itu instant seperti mie yang kita masak hanya dengan menambahkan air panas dan bumbu. namun Dia membuat cinta yang ada dalam diri kita ini seperti Nasi Goreng, berasnya harus dicuci dulu, dimasak dulu dengan takaran air yang pas, bumbunya dari bahan-bahan alami yang harus dikupas dulu, di cuci dulu, di potong-potong, dicincang, dirajang, ditumbuk, dihaluskan, digeprak, digoreng di atas wajan, kemudian dicampur dengan nasi yang sudah matang tadi, di tambahkan saus dari tomat dan sambal yang tentunya juga melalui proses yang tidak kalah rumitnya, kemudian dicampur dengan suwiran ayam goreng, rebusan udang, telur dadar, dan disajikan di atas piring dengan taburan bawang goreng di atasnya..
hmmm...membayangkannya saja membuat saya jadi ingin makan nasi goreng.

Namun, mengapa banyak orang ternyata suka makan mie instant dari pada nasi goreng? Tentu beragam alasannya, karena harganya murah, karena mudah untuk mendapatkannya, karena membuatnya sangat gampang, dan juga karena iklan-iklan yang dimuat di media cetak dan elektronik yang dilihat mampu mempengaruhi orang-orang sehingga mereka tertarik untuk membelinya. Jauh berbeda dengan nasi goreng, kalau kita bisa memasak sendiri, maka kita harus menyediakan bahan-bahan dan alat-alat untuk memasaknya, dan tentu saja energi serta waktu yang cukup banyak dibandingkan dengan memasak mie instant, namun jika kita tidak bisa memasaknya sendiri, tentu kita harus mencari tempat makan yang menjual nasi goreng tersebut, kita harus mengantri....kita harus bersabar menunggu sang koki memasak pesanan kita..dan terakhir, kita harus membayarnya dengan harga yang tentu saja jauh berbeda dengan harga mie instant tersebut. Kita tidak akan rugi jika lebih memilih makan nasi goreng dari pada mie instant, karena dari segi kesehatan nasi goreng jauh lebih bergizi dibanding dengan makanan cepat saji yang memiliki pengawet seperti mie instant...

Rasa cinta saya kepada Tuhan..selama ini, sepertinya hanya seperti mie instant..
saya mencintai-Nya karena berkat-berkat yang Dia berikan dalam hidup saya, saya mencintai-Nya karena Dia memulihkan keadaan saya, saya mencintai-Nya karena saya diberikan banyak talenta, saya mencintai-Nya karena saya diberikan nilai-nilai yang bagus, karena Dia memberikan sahabat-sahabat yang baik, karena Dia memberikan sukacita dalam hidup saya, karena Dia memberikan saya kesehatan, karena Dia begitu memperhatikan saya, dan hal-hal indah lainnya... dan hilangnya rasa cinta saya kepada-Nya pun juga seperti mie instan, cepat sekali menghilang... hanya karena secuil masalah.

Hanya karena sesuatu yang instant, hanya karena sesuatu yang bersifat sementara, hanya karena sesuatu yang bisa hilang kapan saja.. betapa Tuhan memberikan lebih dari itu, kehidupan yang saya jalani saat ini pun rasanya hanya seperti mie instant, saya menginginkan semua yang saya harapkan dengan mudah, dengan cepat, dengan sesegera mungkin.. cepat mendapat kepintaran, cepat mahir bermain biola, cepat dipulihkan dari perekonomian kelurga yang kurang baik, cepat lulus kuliah, cepat mendapat pasangan hidup yang terbaik, dan cepat-cepat yang lainnya...

Akhirnya apa yang saya dapatkan? Ternyata hanya hal yang sia-sia.Yaitu harapan yang kosong, kekecewaan, kesakitan, keputusasaan, kebingungan, ketakutan, kekhawatiran, kehampaan, kegalauan, kesedihan, kegagalan, kepahitan, kemarahan, dan kerendahan diri yang amat sangat.

Tuesday, May 21, 2013


Monday, May 20, 2013


Friday, May 17, 2013

Setiap Bolpen


Siang itu, ketika saya sedang membereskan kamar dan lemari, saya disibukan dengan sebuah bolpen yang tidak ada tutupnya, saya jengkel sekali..akhirnya dengan sabar saya mencoba membongkar satu per satu tempat alat tulis itu, dan akhirnya saya menemukan 10 tutup bolpen dengan berbagai warna dan bentuk yang berbeda. Setelah saya mengumpulkannya saya menjejerkannya di atas meja kayu, lalu saya melihat mana yang kira-kira cocok, dan saya pun menemukannya. yaaa...saya baru sadar akan suatu hal, bahwa:
"Setiap bolpen memiliki tutupnya masing-masing..." 

Betapa sulitnya saya mencari tutup bolpen itu, karena saya tidak ingin tintanya segera kering karena tidak ditutup, saya juga tidak ingin suatu saat nanti tinta yang keluar dari ujung bolpen ini dapat mengotori benda-benda lain. Saya pernah diberi sebuah bolpen katanya bolpen itu mahal, makanya kalau sudah selesai dipakai harus segera ditutup supaya tidak kering, tapi saya menghiraukannya.. karena saya pun mempunyai sebuah bolpen yang meskipun tidak mahal tapi kalau tidak ditutup pun tidak akan kering tintanya, namun apa yang terjadi? ya..bolpen mahal itu pun tidak dapat digunakan lagi karena kering tintanya.

Monday, March 11, 2013

20 FACT About Me :D

Setelah membaca blog seorang teman, saya jadi ingin membuat juga.. ahahaha :D
okey! Let's check it out ! Fakta-fakta ini ternyata menarik sekali hehehe...
















1. Waktu saya kecil sampai saya SMA , saya tidak suka dengan nama panjang saya yang "sangat Jawa" itu : Mustika Ayu Nini Wardani.. hahaha, tapi setelah masuk Kuliah.. saya benar-benar bangga punya nama panjang seperti itu, menyadari betul bahwa nama saya itu unik, dan ternyata nama itu punya makna yang begitu indah : Mustika artinya permata, Ayu artinya cantik, Nini artinya wanita, dan Wardani  adalah singkatan dari nama kedua orang tua saya.. jadi kalau digabung artinya menjadi: "Wanita yang Cantik Permata Ayah dan Ibu" woooww keren yahhh ! ahahaha

2. Dulu waktu saya masih bayi..saya dirawat oleh 3 baby sitter secara bergantian, dan kata nenek saya mereka bertiga semuanya cuantik-cuantik! Hihihihi.. saya tahu keluarga saya sangat mengasihi saya :')

3. Waktu saya kecil sampai SD kira-kira kelas 3, kedua alis saya nyambung kaya kereta api.. hehehehe Dan ketika saya naik kelas 4, saya iseng mencukurnya sendiri menggunakan silet ! Karena merasa diri aneh, sampai sekarang alis sudah berpisah. lho? hihihi Yaaa apapun yang Tuhan ciptakan dalam diri saya, bagaimana Ia membentuk saya, saya percaya..ini semua begitu indah bagi-Nya :)

4. Dulu waktu saya masih SD, saya suka jalan-jalan keliling kampung ke rumah teman-teman, karena sering lupa waktu, akhirnya Ayah jengkel, lalu saya dimarahi, dan saya ingat betul, saya dibanting di atas meja.. dan sakitnyaaa ampunnn dehhh!!! Gak mau lagi !!! Nangis-nangis sakit bangettt* Hahaha..dulu saya sangat benci pada Ayah karena hal itu, tapi sejak Tuhan Yesus sentuh hati saya, saya selalu diingatkan bahwa seburuk apapun orang tua saya, mereka tetaplah wakil-Nya di dunia ini, yang harus saya hormati dan hargai. Bersikap kritis itu pun penting, lagipula sebenarnya..tidak ada orang tua yang ingin membodohi anak-anaknya di dunia ini .

5. Di dalam keluarga saya: tidak ada istilah "yang tua harus mengalah" yang ada adalah: "senior harus diutamakan" wkwkwkkw...kejem ye? tapi ternyata budaya keluarga saya ini cukup mendidik saya menjadi pribadi yang tidak manja, meskipun menjadi anggota keluarga yang paling muda dan kecil...

6. Di SD saya selalu ranking kelas..hihihi~ kalo nggak 1 ya 2.. tapi sejak masuk kelas 4SD, ranking kelas menurun, malah sempat jadi ranking 7.. huhuhu~ SMP jugaaa, masuk 3 besar selalu, tapi sejak SMA dan tidak ada ranking-ranking lagi.. jadi saya nggak tahu deh ranking berapa, hehehe.. Yaaah..puji Tuhan! Kepandaian yang Tuhan berikan kepada saya adalah berkat yang tidak sadar, kadang saya lupa untuk mensyukurinya.. Tuhan sangat baik dalam hidup saya ! :)

7. Ohya, waktu SD nilai saya sempat turun gara-gara banyak pikiran (anak SD bisa banyak pikiran juga loh!), karena waktu itu keluarga saya sedang tidak dalam keadaan yang harmonis, ayah suka marah, pecahkan piring, dan mama..mmm..ya begitulah.. hehehe~ tapi sejak sore itu: saya ingat..kakak saya mengajak saya berlutut dan berdoa, itu pertama kalinya saya bedoa dengan kakak saya, namanya Mas Wisa.  kami berdoa supaya orang tua kami tidak bertengkar, Tuhan memang baik..mujizatpun terjadi! beberapa waktu setelah kejadian itu..keluarga kami begitu harmonis, malah sampai sekarang :)

8. Waktu saya masuk Taman Kanak-Kanak, saya sudah bisa membaca lohhh..hehehe . Kok bisa? Hmmm..jadi waktu kakak saya sekolah, saya sering meminjam buku-buku yang dia dapat dari sekolah..lalu saya meminta mama untuk mengajari saya membaca, saya mengembangkan cara membaca itu sendiri setiap hari ketika saya belum masuk TK, mama selalu menyuruh saya membaca buku sendiri, saya suka membaca buku kakak saya yang bergambar.. saya ingat buku pertama yang saya baca itu buku Bahasa Indonesia kelas 1 SD milik kakak saya, halaman pertama yang saya baca adalah kisah persahabatan Kerbau dan Burung Pipit.. Burung Pipit suka makan kutu di badan Kerbau..hehehe~ that's wonderful story i think! ;D dan saya berlatih membaca kisah itu selama berminggu-minggu.. ahahahah :D thankyou Mom :) Mama adalah hadiah terindah dalam hidup saya.. :)