Siang itu saya dan murid-murid kelas 6 sedang belajar Matematika bersama.. :)
Saya membagi soal dengan cara membuat undi, lalu mereka mengambil undian secara bergantian. Mereka nampak antusias sekali siang itu, saya hanya membuat cara belajar yang berbeda dari biasanya supaya mereka tidak bosan belajar Matematika. Dan sepertinya cara itu berhasil, mereka sedikit mengeluh karena soal-soalnya yang sulit, tapi mereka langsung cepat-cepat mengerjakan soal-soal tersebut lalu menuliskan cara dan jawabannya di papan tulis secara berurutan dan bergantian.
Kami mengerjakan soal itu bersama-sama. Saya melihat dari kejauhan si Slamet yang duduk paling pojok kanan belakang, tampak kesulitan mengerjakan soal-soal itu, dia hanya menggaruk-garuk kepala... Saya sedikit gemes saat itu, akhirnya saya memancing supaya mereka semakin bersemangat mengerjakan soal, yaitu dengan cara : memberikan hadiah cokelat kepada siapa saja yang lebih cepat mengerjakan soal-soal itu dari saya. Mereka bertambah semangat saat itu, tak terkecuali Slamet, dia mulai serius mengerjakan soal-soal itu. Akhirnya...
Setelah selesai memeriksa semua cara dan jawaban mereka, saya membagikan hasil pekerjaan mereka. Karena saat itu saya meninggalkan kelas sebentar untuk membeli cokelat di toko sebelah sekolah, akhirnya anak-anak mampu mengalahkan saya, mereka lebih cepat mengerjakan. Kecuali ada 1 orang yang belum selesai...yaitu si Slamet. Semua cokelat sudah habis, dan hanya 1 orang yang tidak dapat cokelat, yaitu di Slamet. Tiba-tiba datanglah si Krishna, anak yang suka cari perhatian di kelas, suka menjahili teman, suka ramai di kelas, suka mengeluh, dan sedikit sombong karena dia adalah anak dari salah seorang guru di sana. Saya memakluminya, namun kali ini dia berani menghampiri saya dan protes sambil berkata :
"Kak Tika, kasihan Slamet lho! Masa dia nggak dapet cokelat, kak Tika gimana sih???"
Saya mengatakan kepada Krishna bahwa cokelatnya sudah habis, lagipula tadi perjanjiannya yang dapat cokelat hanya yang mampu menyelesaikan soal lebih cepat dari saya. Lalu saya berkata :
Saya mengatakan kepada Krishna bahwa cokelatnya sudah habis, lagipula tadi perjanjiannya yang dapat cokelat hanya yang mampu menyelesaikan soal lebih cepat dari saya. Lalu saya berkata :








